Biografi dan sejarah perjuangan mantan Presiden Libya, Muammar gadafi.

Moslems daily, Biografi singkat dan  sejarah perjalanan hidup Muammar khadafi. Seorang presiden dari Libya, Pendiri Republik Arab libya yang telah berkuasa selama 40 Tahun.


Muammar khadafi lahir di sebuah tenda Qasr Abu Hadi, daerah pedesaan di luar kota Sirte di gurun barat Libya. Ibunya bernama Aisha meninggal pada 1978 dan ayahnya Mohammad Abdul Salam, putra Hamed Bin Mohammad, yang dikenal dengan panggilan Ashes, meninggal pada 1985, ia bekerja sebagai penggembala kambing dan unta.


Khadafi adalah satu-satunya anak laki-laki di keluarganya yang berhasil bertahan hidup, dan ia memiliki tiga kakak perempuan. Latar belakang budaya Badawi ini kelak memengaruhi gaya hidup Khadafi hingga akhir hayatnya; ia lebih menyukai gurun daripada kota dan ia akan mendatangi daerah tersebut untuk menenangkan diri.

Seusai Perang Dunia II pada tahun 1945, Libya diduduki oleh pasukan Inggris dan Prancis. Meskipun Inggris dan Prancis berniat membagi Libya untuk dijadikan jajahan mereka, Majelis UmumPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memaklumkan agar negara tersebut diberi kemerdekaan politik.Pada tahun 1951, PBB mendirikan Kerajaan Bersatu Libya, sebuah negara federal di bawah kepemimpinan penguasa monarki pro-Barat, Idris, yang melarang partai-partai politik dan mendirikan sebuah pemerintahan monarki absolut.


Latar belakang pendidikan dan Politik khadafi


Banyak orang Mesir yang menjadi guru di Sabha, dan di situlah Khadafi untuk pertama kalinya membaca surat kabar dan mendengarkan radio yang berhaluan pan-Arabisme, khususnya radio Voice of the Arabs yang berpusat di Kairo. Seiring berjalannya waktu, Khadafi menyaksikan peristiwa-peristiwa penting di dunia Arab, yang meliputi Perang Arab-Israel 1948, Revolusi Mesir 1952, Krisis Suez 1956, dan berdirinya Republik Arab Bersatudari tahun 1958 hingga 1961. Khadafi mengagumi perubahan-perubahan politik yang dicanangkan di Republik Arab Mesir di bawah kepemimpinan sosok yang menjadi pahlawan masa mudanya, Presiden Gamal Abdel Nasser. Nasser adalah tokoh yang mendukung nasionalisme Arab, menolak kolonialisme, neo-kolonialisme, dan Zionisme, serta menginginkan sebuah transisi dari kapitalisme menuju sosialisme. Buku Nasser yang berjudul Falsafah Revolusi sangat memengaruhi pemikiran Khadafi.

Khadafi menyelenggarakan unjuk rasa dan menyebarkan poster-poster yang mengkritik sistem monarki.Pada Oktober 1961, ia memimpin sebuah unjuk rasa yang menentang pemisahan Suriah dari Republik Arab Bersatu. Selama unjuk rasa tersebut, mereka merusak jendela-jendela sebuah hotel setempat yang dituduh menyajikan minuman keras. Mereka pun menarik perhatian pemerintah dan keluarga Khadafi akhirnya diusir dari Sabha Khadafi lalu pindah ke Misratah dan masuk ke Sekolah Menengah Misratah. Khadafi masih tetap melanjutkan kegiatan nasionalisme Arabnya dan ia menolak bergabung dengan partai-partai politik terlarang yang aktif di kotanya (termasuk Gerakan Nasionalis Arab, Partai Ba'ath Sosialis Arab, dan Ikhwanul Muslimin) karena ia menolak faksionalisme.Ia banyak membaca tulisan-tulisan mengenai Nasser dan Revolusi Prancis 1789, serta karya-karya pakar teori politik Suriah Michel Aflaqdan biografi-biografi Abraham Lincoln, Sun Yat-sen, dan Mustafa Kemal Atatürk.


Khadafi sempat mengambil jurusan sejarah di Universitas Libya, Benghazi, sebelum akhirnya keluar untuk bergabung dengan militer.Meskipun ia memiliki rekam jejak yang buruk di kepolisian, pada tahun 1963, ia mulai mengikuti pelatihan di Akademi Militer Kerajaan, Benghazi, bersama dengan beberapa teman yang memiliki pemikiran serupa dari Misratah.

Di bawah pemerintahan Raja Idris, angkatan bersenjata Libya dilatih oleh militer Inggris

Pada April 1966, ia dikirim ke Britania Raya untuk mendapatkan pelatihan lebih lanjut; selama sembilan bulan, ia mengikuti kursus bahasa Inggris di Beaconsfield, Buckinghamshire, serta kursus instruktur perhubungan
Army Air Corps di Bovington Camp,
Dorset, dan kursus instruktur perhubungan infanteri di Hythe, Kent.

Kudeta dan Awal berdirinya Republik Arab Libya.



Pada tahun 1964, Khadafi mendirikan Komite Pusat Gerakan Perwira Merdekabersama dengan jumlah kader yang setia; kelompok revolusioner ini mengambil nama dari pendahulunya di Mesir yang dipimpin oleh Nasser. Di bawah kepemimpinan Khadafi, kelompok revolusioner tersebut menyelenggarakan rapat-rapat rahasia dan diorganisasikan mengikuti sistem sel bawah tanah.Khadafi mengunjungi berbagai tempat di Libya untuk mengumpulkan informasi dan memulai hubungan dengan para simpatisan, sementara badan intelijen Libya mengabaikan Khadafi karena dianggap tidak berbahaya.

Pada pertengahan tahun 1969, Raja Idris pergi ke luar negeri untuk menghabiskan musim panas di Turki dan Yunani. Gerakan Perwira Merdeka menganggapnya sebagai saat yang tepat untuk melengserkan sistem monarki, alhasil mereka melancarkan "Operasi Yerusalem".Pada tanggal 1 September, mereka menduduki bandar udara, pos polisi, stasiun radio, dan kantor pemerintahan di Tripoli dan Benghazi. Khadafi mengambil alih kendali atas barak Berka di Benghazi, sementara Omar Meheishi menduduki barak di Tripoli, dan Jalloud merebut pertahanan udara di kota tersebut. Khweldi Hameidi dikirim untuk menahan putra mahkota Sayyid Hasan ar-Rida al-Mahdi as-Sanussi, dan sang pangeran dipaksa melepaskan klaimnya sebagai pewaris takhta.Khadafi tidak menghadapi perlawanan yang berarti dan tidak banyak menggunakan kekerasan terhadap para pendukung monarki.


Setelah Khadafi menjatuhkan sistem monarki, ia mengumumkan pendirian Republik Arab Libya.Ia menyampaikan pidato kepada rakyat lewat radio dan memaklumkan akhir dari rezim "kolot dan korup", yang "baunya telah memuakkan dan menakuti kita semua."Kudeta ini sama sekali tidak menumpahkan darah, sehingga awalnya peristiwa ini dijuluki "Revolusi Putih", tetapi kemudian namanya diganti menjadi "Revolusi Satu September" sesuai dengan tanggal kejadiannya.Khadafi bersikeras bahwa kudeta yang dilancarkan olehnya merupakan suatu revolusi yang menjadi awal mula perubahan besar-besaran di Libya.Ia mengumandangkan bahwa revolusi berarti "kebebasan, sosialisme, dan persatuan",

Dua belas anggota komite pusat dari Gerakan Perwira Merdeka menyatakan pembentukan Dewan Komando Revolusioner (DKR) sebagai pemerintahan republik yang baru. Letnan Khadafi menjadi ketua badan tersebut, alhasil secara de facto ia berperan sebagai kepala negara, dan pada saat yang sama ia juga mengangkat dirinya sebagai kolonel dan menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Ibu kota pemerintahan Libya juga dipindah dari El-Bayda ke Tripoli.

Repukblik Arab Libya di bawah Muammar Khadafi


Dari tahun 1969 hingga 1973 Setelah tumbangnya kekuasaan Raja Idris, pemerintah Libya Dibawah pemerintahan Khadafi menggunakan pendapatan dari minyak bumi untuk mendanai program-program kesejahteraan sosial.Pembangunan rumah menjadi program sosial yang diutamakan dengan tujuan untuk mengatasi tuna wisma dan menyulap kawasan-kawasan kumuh yang sebelumnya muncul akibat urbanisasi di Libya.Penyediaan layanan kesehatan juga terus ditingkatkan. Pada tahun 1978, jumlah rumah sakit di Libya 50% lebih banyak daripada sebelumnya pada tahun 1968, sementara jumlah dokter melesat dari 700 hingga 3000 pada dasawarsa tersebut. Malaria diberantas, sementara penyakit trakoma dan tuberkulosis berhasil diredam.Wajib belajar 6 tahun digantikan dengan 9 tahun, dan pemerintah juga memperkenalkan program untuk meningkatkan tingkat melek huruf pada orang dewasa dan menyediakan pendidikan gratis di universitas. Universitas Bayda didirikan, sementara Universitas Tripoli dan Universitas Benghazi diperbesar. Dengan ini, pemerintah membantu membuka jalan bagi orang miskin untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Dengan tindakan-tindakan ini pula DKR berhasil memperluas sektor publik dan menyediakan lapangan kerja bagi ribuan orang. Program-program sosial ini disukai oleh rakyat Libya.Salah satu faktor yang mendorong popularitas ini adalah daya tarik pribadi Khadafi, mengingat ia masih muda dan memiliki status rendahan sebagai seorang Badawi, ditambah dengan retorikanya yang berusaha menggambarkannya sebagai penerus pejuang anti-Italia Omar Mukhtar.

Seusai kudeta tahun 1969, para perwakilan dari Empat Negara Besar(Prancis, Britania Raya, Amerika Serikat, dan Uni Soviet) dipanggil untuk bertemu dengan utusan DKR (Dewan komando revolusioner ). Britania Raya dan Amerika Serikat langsung mengakui DKR dengan harapan agar pangkalan militer mereka di Libya dapat diamankan, dan juga karena mereka tidak ingin menambah ketidakstabilan. Dengan maksud untuk mengambil hati Khadafi, pada tahun 1970, Amerika Serikat memberitahukannya soal paling tidak satu rencana kudeta balasan.Upaya untuk membina hubungan dengan DKR gagal. Khadafi berniat menegaskan kedaulatan nasional Libya dan mengusir apa yang ia anggap sebagai rongrongan penjajah dan imperialis asing. Pemerintahannya bersikeras agar Amerika Serikat dan Britania Raya menarik pangkalan militer mereka dari Libya, dan Khadafi sendiri mengumandangkan bahwa "angkatan bersenjata yang bangkit untuk menyatakan revolusi rakyat tidak akan mau tinggal di gubuk-gubuk ketika pangkalan imperialisme berdiri di wilayah Libya." Militer Britania akhirnya hengkang pada bulan Maret, dan Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama pada Juni 1970.


Khadafi lalu mencoba mengurangi pengaruh Italia, dan pada Oktober 1970, semua aset yang dimiliki oleh Italia disita dan 12.000 pemukim Italia diusir dari Libya bersamaan dengan orang-orang Yahudi Libya yang jumlahnya lebih kecil. Tanggal ketika mereka harus keluar dari Libya, yaitu 7 Oktober, dijadikan sebagai hari libur nasional yang disebut "Hari Pembalasan". Italia menganggap hal ini bertentangan dengan Perjanjian Italia-Libya 1956, tetapi PBB tidak mengeluarkan sanksi. Kemudian, Khadafi mencoba melemahkan pengaruh NATO di Laut Tengah, sehingga Libya pada tahun 1971 meminta kepada Malta agar mereka tidak lagi mengizinkan NATO menggunakan wilayah Malta sebagai pangkalan militer. Sebagai kompromi, pemerintah Malta mengizinkan NATO menggunakan wilayah mereka, tetapi dengan syarat agar NATO tidak menggunakannya untuk menyerang wilayah Arab.Dalam kurun waktu satu dasawarsa sesudahnya, pemerintah Khadafi membina hubungan politik dan ekonomi yang erat dengan pemerintahan Dom Mintoff di Malta, dan atas desakan dari Libya, Malta memutuskan untuk tidak melanjutkan keberadaan pangkalan udara Britania Raya di pulau tersebut pada tahun 1980.Sementara itu, DKR berupaya memperkuat militer dengan membeli senjata dari Prancis dan Uni Soviet.Hubungan dagang dengan Soviet semakin memperburuk hubungan dengan Amerika Serikat di tengah gencarnya Perang Dingin.

Khadafi sangat kritis dengan Amerika Serikat karena Amerika mendukung Israel. Khadafi sendiri berpihak kepada Palestina. Menurutnya, pendirian Negara Israel pada tahun 1948 merupakan tindakan penjajahan oleh Barat.Ia meyakini bahwa kekerasan yang dilancarkan oleh orang-orang Palestina terhadap Israel dan Barat dapat dibenarkan sebagai tindakan orang-orang yang tertindas untuk membebaskan tanah air mereka dari penjajahan. Ia menyerukan kepada negara-negara Arab untuk mengobarkan "perang tiada henti" terhadap Israel, dan pada tahun 1970, ia mulai menggelontorkan Dana Jihad untuk mendukung kegiatan militan-militan anti-Israel. Pada Juni 1972, Khadafi mendirikan Pusat Sukarelawan Nasseriyah Pertama untuk melatih gerilyawan-gerilyawan anti-Israel.

Babak Akhir kekuasaan muammar gaddafi.


Berawal dari gerakan rakyat dengan nama Musim Semi Arab, para demonstran yang menentang rezim Khadafi mengadakan demonstrasi pada 17 Februari 2011 di kota timur Libya Benghazi dan dengan cepat menyebar ke kota-kota lain. Beberapa minggu kemudian demonstrasi damai berubah menjadi konflik bersenjata antara gerilyawan Libya dan pasukan Gaddafi.

Bentrokan antara gerilyawan dan pemerintah Khadafi yang terjadi di Benghazi menarik perhatian dunia, gelar diktator dilekatkan pada pemerintah Khadafi.

Setelah melalui perang selama beberapa bulan, akhirnya oposisi yang didukung oleh NATO berhasil menduduki tripoli.

Tentara NTC dan NATO akhirnya menemukan dan menangkap Gaddafi dan pengawalnya, salah satu tentara oposisi tukang roti berkata, salah satu pengawal Gaddafi keluar dari persembunyian sambil melambaikan senapannya dan berteriak menyerah. Tetapi para loyalis kemudian melepaskan tembakan.

Gaddafi, yang dikepung dan terluka langsung di bawah mobil ke kota Misrata. Dalam perjalanan tentara yang loyalis Gaddafi jaring, ada baku tembak dan dia mengatakan Gaddafi ditembak di kepala. Hingga saat ini misterinya belum terpecahkan, apakah Khadafi memang sengaja ditembak atau ditembak.

Beberapa hari kemudian, tubuh Gaddafi kemudian dipamerkan di sebuah pasar di Sirte. Hingga akhirnya dimakamkan di sebuah tempat di padang pasir yang dirahasiakan pada 25 Oktober. Loyalis Gaddafi (pendukung) meminta jenazah Gaddafi untuk dimakamkan di tanah kelahirannya di Sirte. Tetapi pemerintahan baru libya menolak karena dia tidak ingin makam Khadafi digunakan sebagai tempat ibadah bagi para pendukungnya.

Comments