Invasi Sekutu terhadap Libya tahun 2011 serta tumbangnya rezim Khadafi.
Moslems daily, Catatan sejarah dalam perjalanan peradaban islam perang libya 2011, Sebuah negara Islam yang di Invansi Oleh sekutu, Nato dibawah komando Amerika pada tahun 2011.
Berawal dari sebuah gerakan yang disebut dengan "Arab spring". Intervensi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan NATO dimulai pada 19 Maret 2011. Tindakan Ini dilakukan dengan alasan membantu kelompok pemberontak bersenjata anti pemerintahan khadafi. Bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika itu, Libya tidak hanya mendapat serangan dari negara-negara Barat dengan senjata berat dan canggih, tetapi ia juga harus berurusan dengan oposisi dari dalam negeri Libya itu sendiri.
Tidak cukup itu saja, PBB ( United nation ) mengeluarkan resolusi dewan keamanan pada 17 Maret 2011. Larangan penerbangan diberlakukan selama perang saudara Libya untuk mencegah pasukan pemerintah dari loyalis Gaddafi melakukan serangan udara terhadap pemberontak bersenjata.
Serangan koalisi terhadap libya. Koalisi multi-negara NATO memulai intervensi dengan cara yang tampaknya ingin melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973.
Dewan Keamanan PBB menginginkan gencatan senjata segera termasuk mengakhiri serangan terhadap warga sipil. PBB memberlakukan semua pembatasan penerbangan dan memperketat sanksi terhadap Muammar Khadafi.
Operasi militer dimulai, pasukan angkatan laut Amerika dan Inggris menembak lebih dari 110 orang, beberapa rudal jelajah terus menghujani dari atas langit libya. Didukung oleh angkatan udara Prancis, Angkatan Udara Kerajaan Inggris, dan Angkatan Udara Kerajaan Kanada.
Jet tempur Prancis terus membombardir tank dan kendaraan. Tentara libya Tak berdaya, Mendadak mendapat serangan dari pasukan koalisi dan blokade laut, Libya benar-benar sekarat.
Negara Koalisi memberi nama resmi untuk intervensi adalah Harmattan oleh operasi Perancis, operasi Elamy oleh Kerajaan Inggris, operasi mobile untuk Kanada, dan operasi Odyssey Dawn oleh negara Amerika. Sementara Italia awalnya menentang intervensi tetapi kemudian negara itu juga mengambil bagian dengan syarat bahwa NATO yang harus memimpin serangan bukannya negara individu seperti Perancis. Alhasil, Libya berhasil dihancurkan dan dibombardir habis-habisan,
Pertempuran Dilibya berakhir pada akhir 10 Oktober setelah pemimpin Libya Muammar Gaddafi dinyatakan tewas, dan NATO menyatakan akan mengakhiri operasi di Libya pada 31 Oktober 2011.
Tetapi pemerintah baru Libya setelah tumbangnya khadafi meminta NATO Agar misi dan pasukan mereka diperluas ke akhir tahun.
Tetapi pada 27 Oktober dewan keamanan mengakhiri mandat NATO untuk aksi militer pada 31 Oktober 2011.
seorang aktivis hak asasi manusia, Najwa Al Hami, mengatakan, "Bagaimana mungkin ini bisa menjadi revolusi rakyat, sementara 3/4 orang mendukung Gaddafi" katanya.
"Apakah protes oleh ratusan orang di setiap kota merupakan revolusi? Saya percaya dinas intelijen Barat berada di belakangnya untuk mengubah rezim Gaddafi melalui kekerasan"
Apa yang terjadi hari itu, Dimana Amerika dan koalisinya berhasil meluluh lantakkan libya bersama kota-kotanya ternyata tidak memberikan keadaan yang baik bagi rakyat libya. setidaknya selama beberapa tahun kedepan. dan libya Hari ini tampil sebagai sebuah negara dengan pemerintahan yang lemah dengan kehidupan Rakyat yang kacau dan menyedihkan. Apa yang terjadi pada libya juga pernah terjadi pada Iraq, Dan saatnya bagi Umat islam melihat kejadian ini dengan membuka mata lebar-lebat lalu berfikir dan merenungkannya dalam-dalam.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Berawal dari sebuah gerakan yang disebut dengan "Arab spring". Intervensi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan NATO dimulai pada 19 Maret 2011. Tindakan Ini dilakukan dengan alasan membantu kelompok pemberontak bersenjata anti pemerintahan khadafi. Bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika itu, Libya tidak hanya mendapat serangan dari negara-negara Barat dengan senjata berat dan canggih, tetapi ia juga harus berurusan dengan oposisi dari dalam negeri Libya itu sendiri.
Tidak cukup itu saja, PBB ( United nation ) mengeluarkan resolusi dewan keamanan pada 17 Maret 2011. Larangan penerbangan diberlakukan selama perang saudara Libya untuk mencegah pasukan pemerintah dari loyalis Gaddafi melakukan serangan udara terhadap pemberontak bersenjata.
Serangan koalisi terhadap libya. Koalisi multi-negara NATO memulai intervensi dengan cara yang tampaknya ingin melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973.
Dewan Keamanan PBB menginginkan gencatan senjata segera termasuk mengakhiri serangan terhadap warga sipil. PBB memberlakukan semua pembatasan penerbangan dan memperketat sanksi terhadap Muammar Khadafi.
Operasi militer dimulai, pasukan angkatan laut Amerika dan Inggris menembak lebih dari 110 orang, beberapa rudal jelajah terus menghujani dari atas langit libya. Didukung oleh angkatan udara Prancis, Angkatan Udara Kerajaan Inggris, dan Angkatan Udara Kerajaan Kanada.
Jet tempur Prancis terus membombardir tank dan kendaraan. Tentara libya Tak berdaya, Mendadak mendapat serangan dari pasukan koalisi dan blokade laut, Libya benar-benar sekarat.
Negara Koalisi memberi nama resmi untuk intervensi adalah Harmattan oleh operasi Perancis, operasi Elamy oleh Kerajaan Inggris, operasi mobile untuk Kanada, dan operasi Odyssey Dawn oleh negara Amerika. Sementara Italia awalnya menentang intervensi tetapi kemudian negara itu juga mengambil bagian dengan syarat bahwa NATO yang harus memimpin serangan bukannya negara individu seperti Perancis. Alhasil, Libya berhasil dihancurkan dan dibombardir habis-habisan,
Akhir perang dan jatuhnya rezim Gaddafi.
Pertempuran Dilibya berakhir pada akhir 10 Oktober setelah pemimpin Libya Muammar Gaddafi dinyatakan tewas, dan NATO menyatakan akan mengakhiri operasi di Libya pada 31 Oktober 2011.
Tetapi pemerintah baru Libya setelah tumbangnya khadafi meminta NATO Agar misi dan pasukan mereka diperluas ke akhir tahun.
Tetapi pada 27 Oktober dewan keamanan mengakhiri mandat NATO untuk aksi militer pada 31 Oktober 2011.
seorang aktivis hak asasi manusia, Najwa Al Hami, mengatakan, "Bagaimana mungkin ini bisa menjadi revolusi rakyat, sementara 3/4 orang mendukung Gaddafi" katanya.
"Apakah protes oleh ratusan orang di setiap kota merupakan revolusi? Saya percaya dinas intelijen Barat berada di belakangnya untuk mengubah rezim Gaddafi melalui kekerasan"
Apa yang terjadi hari itu, Dimana Amerika dan koalisinya berhasil meluluh lantakkan libya bersama kota-kotanya ternyata tidak memberikan keadaan yang baik bagi rakyat libya. setidaknya selama beberapa tahun kedepan. dan libya Hari ini tampil sebagai sebuah negara dengan pemerintahan yang lemah dengan kehidupan Rakyat yang kacau dan menyedihkan. Apa yang terjadi pada libya juga pernah terjadi pada Iraq, Dan saatnya bagi Umat islam melihat kejadian ini dengan membuka mata lebar-lebat lalu berfikir dan merenungkannya dalam-dalam.
Semoga tulisan ini bermanfaat.

Comments
Post a Comment