Raja Idris I, Raja pertama dan terakhir kerajaan libya.

Moslems daily, Biografi Singkat dan perjalanan sejarah Raja Idris I, Raja satu-satunya kerajaan libya. Ketika kita mendengar nama Libya, maka mungkin orang langsung akan menyebut "khadafi" Tapi pernahkah kita tau siapakah tokoh yang membebaskan Libya dari penjajahan Italia, Ya dialah Raja Idris I.


Dalam artikel kali ini, Kami akan mengulas sejarah singkat Raja pertama dan sekaligus raja terakhir Kerajaan libya.

Raja Idris I lahir pada12 Maret 1889 di Al-Jaghbub,Libya. dahulunya adalah bagian dari Ottoman ( Utsmaniyah ) Orang tuanya bernama Sayyid Muhammad al-Mahdi bin Sayyid Muhammad al-Senussi.
Meninggal pada 25 Mei 1983 di mesir dan dimakamkan di Jannat al baqi, Kerajaan saudi arabia. adalah raja Libya yang Berkuasa dari tahun 1951 sampai tahun 1969 sebelum akhirnya ia di lengserkan oleh Muammar khadafi, Pasukan meiliternya sendiri yang kala itu berpangkat Letnan.


Seperti diketahui Sebelum perang dunia ke I, Hampir seluruh wilayah afrika utara adalah bagian dari kekhalifahan Turki utsmaniyah, Seiring berjalannya waktu, Menjelang keruntuhannya, Banyak wilayah utsmaniyah yang dicaplok oleh Barat. mereka di jajah dan di bawah kendali negara-nagara barat, Termasuklah libya.

Libya berada dalam pengaruh Italia dan sempat menjajah negara ini sebelum akhirnya berakhir dengan berdirinya kerajaan islam libya.

Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendorong Libya untuk memperoleh kemerdekaan. Salah satu poin dalam kemerdekaan tersebut ialah penyatuan wilayah federasi Cyrenaica di timur, Tripolitania di barat, dan Fezzan di selatan di bawah bendera Kerajaan Libya. Muhammad Idris, seorang politisi, pemimpin kelompok Muslim Senussi, serta Emir dari Cyrenaica ditunjuk menjadi raja.

Pada awal pemerintahan Raja Idris I, Libya mendapati permasalahan serius berupa kerusakan infrastruktur akibat perang, tingginya tingkat pengangguran, buta huruf, hingga minimnya lahan yang dapat diolah pertanian.

Terjebak di tengah keterpurukan membuat Raja Idris I bergantung pada bantuan Barat. Demi menarik investasi dan biaya pembangunan, Raja Idris I menyetujui permintaan Amerika dan Inggris untuk membuat basis militerdi Libya sebagai syarat. Dari kesepakatan itu, Amerika mengucurkan bantuan 100 juta dolar kepada Libya.


Penemuan cadangan minyak bumi pada 1959 membuat perekonomian Libya maju. Status negara miskin perlahan hilang dan berubah menjadi negara kaya dengan minyak bumi sebagai tumpuan utama. Di lain sisi, pengaruh Barat masih tertanam kuat terutama saat Amerika memainkan peran penting dalam pengembangan industri minyak Libya.

Raja Idris I kian memperluas kekuasaannya dengan menghapus sistem federal dan memusatkan ekonomi maupun administrasi pemerintahan pada 1963. Raja Idris I juga melarang adanya partai politik karena dianggap akan memperburuk stabilitas pemerintahan. Jonathan Bearman dalam Qadhafi’s Libya (1986) menyebutkan sistem pemerintahan Libya bergerak ke jalan kediktatoran monarki dibanding monarki konstitusional ataupun demokrasi parlementer.

Berbagai kebijakan Raja Idris I memicu ketidakpuasan masyarakat Libya. Puncak ketidakpuasan terhadap Raja Idris I berujung kudeta militer yang dilakukan oleh kelompok Gerakan Perwira Bebas (Free Officers Movement).

Pada tanggal 1 September 1969, ketika Idris berada di Turki untuk perawatan medis, Ia diturunkan dari jabatannya oleh pasukan Libya di bawah kepemimpinan kolonel Muammar al-Qaddafi dalam sebuah kudeta. Kemudian RajaIdris tinggal di Yunani, tetapi ia pergi ke pembuangannya di Mesir dan akhirnya meninggal negara tersebut yaitu dikota Kairo pada tahun 1983 dan dikebumikan di Jannat al baqi, Saudi arabiyah.


Itulah ulasan sejarah singkat Raja Idris I, Raja pertama dan terakhir dari kerajaan libya. semoga bisa menambah wawasan dan menjadi inspirasi bagi kita semua.

Comments